My Blog

Inter Milan vs Bologna Skor 3-1

Inter Milan kembali menampilkan kapasitasnya selaku penantang sungguh- sungguh gelar Serie A 2025/ 2026 sehabis menundukkan Bologna dengan skor 3- 1 di Stadion Giuseppe Meazza, pada hari Senin ( 5/ 1/ 2026) dini hari Wib.

Inter memperkokoh status mereka selaku pemuncak klasemen Serie A. Kebalikannya, Bologna wajib menelan hasil mengecewakan sebab belum pula mencapai kemenangan dalam 5 pertandingan liga terakhir.

Tampak di markas sendiri, Inter mendikte jalannya pertandingan serta membenarkan diri kembali ke posisi paling atas klasemen. Kemenangan ini sekalian memperpanjang catatan solid Nerazzurri dengan 6 kemenangan dari 7 laga kandang terakhir di liga.

Tekanan Inter telah terasa semenjak peluit dini dibunyikan. Duet Lautaro Martinez serta Marcus Thuram sebagian kali mengecam pertahanan Bologna, walaupun kesempatan kilat mereka masih dapat dimentahkan penjaga gawang regu tamu, Federico Ravaglia.

Pada babak awal, dominasi Inter hampir tidak terbantahkan. Hakan Calhanoglu pernah menguji konsentrasi Ravaglia lewat tembakan jarak jauh, tetapi si kiper kembali menampilkan refleks apik di dasar mistar.

Bologna pernah berupaya keluar dari tekanan melalui kans yang didapat Jens Odgaard, sayang arah bola belum menemui sasaran. Keunggulan Inter kesimpulannya terbentuk pada menit ke- 39.

Piotr Zielinski menyambar bola pantul di depan kotak penalti serta membebaskan tendangan terukur yang kandas dijangkau Ravaglia, membuat Inter mengetuai 1- 0 sampai sela waktu.

Merambah paruh kedua, Inter senantiasa melindungi keseriusan game. 3 menit sehabis restart, Lautaro Martinez berhasil menggandakan keunggulan melalui sundulan jarak dekat yang menggunakan sepak pojok akurat Calhanoglu ujarnya kepada KSOKLUB.

Unggul 2 berhasil membuat Inter terus menjadi aman mengatur tempo. Beberapa kesempatan kembali terbentuk, tercantum sepakan Martinez yang cuma membentur mistar gawang. Berhasil ketiga kesimpulannya lahir pada menit ke- 74, kala sepak pojok Federico Dimarco menimpa Marcus Thuram serta bola bersarang ke gawang Bologna.

Bologna baru dapat mencetak berhasil balasan menjelang akhir laga lewat penyelesaian dingin Santiago Castro di dalam zona penalti. Tetapi berhasil tersebut semata- mata jadi aksesoris tanpa mengganti arah pertandingan.

Lautaro Martinez tampak selaku figur sentral dalam kemenangan Inter Milan atas Bologna, serta dia pantas menyabet gelar Man of the Match.

Penyerang asal Argentina itu mencapai rating paling tinggi, 9, 1, berkat donasi krusialnya selama laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza.

Dalam 76 menit terletak di lapangan, Lautaro mencatatkan performa komplet. Dia menyumbang satu berhasil serta satu assist yang berfungsi besar dalam keunggulan Nerazzurri.

Ketajamannya nampak dari 6 percobaan tembakan yang dilepaskan, dengan 4 di antara lain pas menuju ke gawang lawan. Salah satu peluangnya apalagi membentur mistar, menegaskan betapa dominannya dia di lini depan Inter.

Tidak cuma tajam, Lautaro pula aktif dalam membangun serbuan. Dia menghasilkan 4 kesempatan matang buat rekan setimnya serta mengalirkan bola dengan akurasi besar, mencatatkan 18 umpan berhasil dari 21 percobaan ataupun setara 86 persen. 3 umpannya sukses menembus zona sepertiga akhir Bologna, memperlihatkan kedudukannya selaku penghubung antarlini.

Walaupun pernah melupakan 3 kesempatan emas, donasi Lautaro senantiasa terasa signifikan. Keseriusan permainannya membuat lini balik Bologna terus terletak di dasar tekanan. Apalagi tanpa bola, kapten Inter itu masih berikan akibat lewat 3 donasi defensif, menampilkan etos kerja yang besar.

PSSI memberitakan penampilan impresif ini kembali menegaskan berartinya Lautaro Martinez dalam skema game Inter Milan. Dengan campuran berhasil, assist, kreativitas, serta kerja keras, dia bukan cuma jadi pembeda dalam laga melawan Bologna, namun pula simbol konsistensi Nerazzurri dalam perburuan hasil optimal masa ini. (ss)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *