Bandar Bola Terbaik – Chelsea wajib puas berbagi poin usai ditahan Burnley dengan skor 1- 1 pada minggu ke- 27 Liga Inggris 2025/ 2026. Laga berlangsung di Stamford Bridge, Sabtu( 21/ 2/ 2026) malam Wib, dengan Chelsea kandas mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir.
Tuan rumah membuka skor kilat melalui Joao Pedro pada menit ke- 4. Sehabis itu, Chelsea memahami game tetapi kesusahan menaikkan berhasil walaupun menghasilkan sebagian kesempatan bersih.
Suasana berganti ekstrem kala Wesley Fofana diganjar kartu merah pada menit ke- 72. Burnley menggunakan keunggulan jumlah pemain serta kesimpulannya membandingkan skor melalui sundulan Zian Flemming di menit ke- 90+3.
Hasil ini membuat Chelsea naik ke peringkat keempat klasemen sedangkan dengan 45 poin dari 27 laga. Burnley senantiasa tertahan di zona degradasi dengan 19 poin, tetapi bawa kembali satu poin berharga dari London.
Chelsea langsung tampak kasar semenjak dini pertandingan. Tekanan kilat mereka berbuah berhasil dikala laga baru berjalan 4 menit.
Berawal dari umpan terobosan Moises Caicedo, Pedro Neto lolos di sisi kiri serta mengirim bola ke depan gawang. Joao Pedro menyambutnya dengan sontekan jarak dekat yang tidak sanggup dibendung Martin Dubravka.
Unggul satu berhasil, Chelsea terus memencet melalui pergerakan Cole Palmer serta Enzo Fernandez. Kesempatan pernah tiba dari tembakan Fernandez di menit ke- 10, tetapi bola melambung di atas mistar.
Burnley lama- lama keluar dari tekanan serta mulai menahan tempo. Mereka tampak lebih disiplin melindungi zona tengah serta memforsir Chelsea memainkan bola melebar.
Kesempatan emas kembali dipunyai Chelsea pada menit ke- 37. Kesalahan Kyle Walker dimanfaatkan Palmer yang lolos sendirian, namun penyelesaiannya sanggup diamankan Dubravka.
Sampai jelang turun minum, Burnley lebih fokus meredam serbuan. Chelsea menutup babak awal dengan keunggulan tipis 1- 0 tanpa bonus berhasil.
Chelsea langsung mengambil inisiatif di dini babak kedua. Palmer pernah dijatuhkan Joe Worrall di kotak penalti, tetapi wasit serta VAR memperhitungkan tekel tersebut bersih.
Tekanan tuan rumah bersinambung melalui kesempatan Joao Pedro pada menit ke- 51. Striker asal Brasil itu membebaskan tembakan dari dalam kotak, namun bola masih dapat diblok bek Burnley.
Burnley berupaya merespons melalui pergantian pemain. Masuknya James Ward- Prowse di menit ke- 57 berikan ancaman baru dari suasana bola mati.
Momen krusial terjalin pada menit ke- 72 kala Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua. Chelsea wajib bermain dengan 10 pemain di sisa laga.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Burnley tingkatkan keseriusan serbuan. Sebagian kesempatan lahir dari bola mati Ward- Prowse yang merepotkan lini balik Chelsea.
Tekanan itu kesimpulannya berbuah hasil di menit ke- 90+3. Sepak pojok Ward- Prowse disambut sundulan Zian Flemming yang menuju ke tiang jauh serta berbuah berhasil keseimbangan.
Chelsea nyaris kembali kebobolan di detik akhir. Jacob Bruun Larsen menemukan kesempatan emas melalui sundulan leluasa, tetapi bola melambung tipis di atas mistar. Skor 1- 1 bertahan sampai laga usai.
Joao Pedro terpilih selaku pemain terbaik alias man of the match Chelsea vs Burnley. Ia mencetak berhasil berarti dalam laga yang berakhir imbang 1- 1.
Joao Pedro bermain selaku striker utama Chelsea di pertandingan ini. Ia melepas total 3 percobaan tembakan, salah satunya jadi berhasil.
Pemain Brasil ini memanglah tidak banyak ikut serta dalam aliran bola. Joao Pedro cuma membuat 25 sentuhan bola serta 11 umpan akurat, lumayan terbatas buat kedudukannya selaku striker.
Walaupun begitu, pergerakan tanpa bola Joao Pedro lumayan efisien serta teruji dapat mencetak berhasil kilat di dini laga. Aksi serta kontribusinya membuat Joao Pedro terpilih selaku man of the match tipe voting formal Premier League.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior mengomentari hasil imbang yang didapatkan timnya melawan Burnley baru- baru ini. Dia mengakui terdapat pemainnya yang melaksanakan blunder sehingga mereka kandas mencapai 3 poin di laga ini.
Kemarin malam, Chelsea melanjutkan ekspedisi mereka di Premier League. Mereka berhadapan dengan Burnley di Stamford Bridge buat memperebutkan 3 poin.
Di laga ini, Chelsea sukses unggul berkat berhasil kilat Joao Pedro di dini babak awal. Tetapi sayang di masa injury time regu tamu sukses membandingkan peran berkat berhasil Zian Flemming.
Kala ditanya kenapa timnya hingga kandas menang di laga ini, Rosenior menyebut kalau ini ialah kesalahan Chelsea sendiri. Dia menyebut kalau terdapat pemainnya yang melaksanakan kekeliruan sehingga mereka kehabisan 2 poin di laga ini.
Bagi penuturan Rosenior setelah laga, Chelsea kehabisan poin di laga ini sebab terdapat pemainnya yang melaksanakan blunder.
Dia menyebut si pemain tidak melaksanakan marking dengan beanr sehingga Flemming dapat dengan leluasa menanduk bola serta berganti jadi berhasil untuk The Clarets.
” Kami melaksanakan kesalahan dikala melaksanakan marking. Terdapat pemain yang sepatutnya melindungi ia( Flemming) malah malah melindungi pemain lain,” ucap Rosenior semacam yang dilansir oleh KSOKLUB.
Lebih lanjut, Rosenior ogah buat menjadikan pemain tersebut selaku kambing gelap hasil imbang Chelsea atas Burnley tersebut.
Dia menekankan kalau selaku pelatih, dia hendak berupaya membenahi aspek marking ini sehingga kesalahan seragam tidak terjalin lagi di masa depan.
” Aku tidak terletak dalam posisi buat menyalahkan para pemain aku, sebab kamu ketahui aku senantiasa melindungi para pemain aku. Tetapi aku hendak berupaya menanggulangi permasalahan ini sepanjang sepekan ke depan,” pungkas Rosenior.
Mergim Vojvoda jadi pusat atensi berkat donasi langsung pada kemenangan regu tamu. Pemain asal Kosovo itu mencetak berhasil pembuka serta dinobatkan selaku Man of the Match.
Berhasil awal Como lahir pada menit ke- 11 sehabis Weston McKennie melaksanakan salah umpan di lini tengah. Bola langsung dipahami Mergim Vojvoda yang membebaskan tembakan sampai kandas diamankan Michele Di Gregorio.
Suasana tersebut memperpanjang catatan kurang baik Juventus yang telah 13 kali kebobolan dari tembakan awal lawan masa ini. Hendak namun, permasalahan tidak menyudahi pada berhasil pembuka itu saja.
Juventus nyaris kembali kebobolan kala Teun Koopmeiners melaksanakan kesalahan yang berikan kesempatan kepada Lucas Da Cunha. Tembakan Da Cunha cuma membentur mistar gawang serta menyelamatkan Bianconeri dari defisit lebih besar.
Berhasil kedua Como terbentuk pada menit ke- 61 lewat serbuan balik dari suasana sepak pojok Juventus. Maxence Caqueret menuntaskan kesempatan jarak dekat tanpa sanggup diblok barisan pertahanan tuan rumah.
Performa Vojvoda tidak cuma nampak dari berhasil yang dia cetak, namun pula dari pergerakannya di sisi sayap. Dia aktif menolong pertahanan sekalian jadi opsi utama dalam skema serbuan kilat Como.
Kemenangan ini mempertegas kapasitas Como selaku regu yang sanggup menggunakan kesalahan lawan secara optimal. Kebalikannya, Juventus kembali dihadapkan pada penilaian besar terpaut konsentrasi serta organisasi game.
Hasil laga Juventus vs Como jadi alarm untuk regu tuan rumah menjelang pekan- pekan krusial Serie A. Untuk Como, laga ini memperlihatkan daya guna strategi serta mental tandang yang solid.
Dengan 2 berhasil tanpa balas, Como bawa kembali kemenangan yang bernilai besar dari Turin. Penampilan Mergim Vojvoda pantas dikenang selaku aspek kunci di balik hasil mengejutkan pada duel Juventus vs Como ini.
Liam Rosenior mengaku kecewa memandang timnya ditahan imbang Burnley. Dia menyebut kalau tren negatif ini butuh lekas diperbaiki oleh skuad The Blues.
Salah satu aspek yang disorot oleh Rosenior merupakan gimana metode Chelsea mengalami bola- bola mati lawan. Dia menyebut The Blues lumayan teledor dalam menanggulangi bola- bola mati lawan sehingga perihal itu butuh lekas dibenahi.
” Di Premier League, bola- bola mati itu sangatlah berarti. Semacam kamu tahu, rekor kami dikala bertahan kala lawan mengeksekusi bola- bola mati bukanlah bagus,” sambung Rosenior.
” Kami tidak terletak di tingkat yang kami mau buat menggapai sasaran yang mau kami raih. Seperti itu kenapa aku butuh lekas membetulkan perihal ini,” pungkasnya kepada Agen Bola Terbaik. (ss)
