My Blog

5 Kandidat Pelatih yang Bisa Gantikan Arne Slot di Liverpool

Liverpool mengawali masa dengan penuh kepercayaan sehabis Arne Slot sukses mempersembahkan gelar Premier League pada masa debutnya. Transfer besar semacam Alexander Isak, Florian Wirtz, serta Hugo Ekitike membuat penyegaran skuad nampak sangat menjanjikan.

Tetapi sebagian bulan setelah itu, situasinya berganti ekstrem di Anfield. Tren kekalahan beruntun membuat posisi Liverpool merosot tajam di klasemen liga.

The Reds tercatat kalah dalam 9 dari 12 pertandingan terakhir di seluruh ajang. Hasil terkini merupakan kekalahan telak 1- 4 dari PSV Eindhoven di Liga Champions.

Liverpool saat ini terletak di posisi ke- 12 klasemen serta tertinggal 11 poin dari Arsenal yang terdapat di puncak. Keadaan ini menimbulkan keraguan publik walaupun manajemen klub belum membagikan tekanan internal kepada Slot.

Bila performa kurang baik ini terus bersinambung, skenario pergantian pelatih dapat jadi realitas. Beberapa nama besar juga mulai berhubungan selaku calon penerus Arne Slot.

1. Giovanni van Bronckhorst

Giovanni van Bronckhorst dikala ini telah terletak di dalam struktur kepelatihan Liverpool selaku asisten Arne Slot. Dia mengambil alih John Heitinga yang memilah bergabung dengan Ajax sebagian waktu kemudian.

Pengalaman Van Bronckhorst lumayan luas sebab sempat membesut Feyenoord, Rangers, serta Besiktas. Kariernya pula diwarnai keberhasilan mencapai bermacam gelar dalam negeri.

Van Bronckhorst sempat mempersembahkan trofi Eredivisie 2016/ 2017 buat Feyenoord. Belum lama ini namanya berhubungan dengan sofa pelatih Timnas Indonesia.

2. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane diketahui selaku wujud yang mempunyai wibawa besar di ruang ubah. Reputasinya selaku legenda dunia membuat tiap pemain cenderung membagikan rasa hormat kepadanya.

Lebih dari itu, Zidane pula lekat dengan mentalitas juara. Dia mempersembahkan 2 gelar liga serta 3 trofi Liga Champions beruntun sepanjang menanggulangi Real Madrid pada periode pertamanya.

Zidane belum kembali melatih semenjak meninggalkan Madrid pada Mei 2021. Dia pula sempat mengatakan kekagumannya terhadap suasana Anfield, sehingga kesempatan kembali ke pinggir lapangan bersama Liverpool sangat terbuka.

3. Xavi Hernandez

Xavi Hernandez lagi tidak menanggulangi klub mana juga sehabis berpisah dengan Barcelona pada Mei 2024. Perselisihan internal dengan manajemen buatnya meninggalkan klub yang sangat dia cintai.

Style bermainnya identik dengan kemampuan bola serta serbuan terstruktur. Kepribadian game tersebut diyakini hendak disukai oleh publik Anfield yang terbiasa memandang sepak bola progresif.

Walaupun begitu, pengalaman Xavi di tingkat paling tinggi selaku pelatih masih dikira terbatas. Tantangan Liverpool yang memerlukan kestabilan membuat manajemen bisa jadi berpikir 2 kali dalam memastikan arah baru regu.

4. Steven Gerrard

Steven Gerrard merupakan ikon Liverpool yang namanya senantiasa menempel dengan sejarah klub. Dia pula baru melaporkan siap kembali bekerja serta terbuka buat tantangan baru.

Gerrard sempat mencapai berhasil di Rangers dengan memenangkan gelar liga. Tetapi kariernya di Aston Villa serta Angkatan laut(AL) Ettifaq tidak berjalan cocok harapan serta berakhir lebih kilat.

Walaupun rekam jejaknya bermacam- macam, kembali ke Liverpool dapat jadi cerita emosional yang disukai fans. Penunjukan sedangkan sampai akhir masa dapat jadi pemecahan untuk klub yang mau memulihkan keyakinan suporter.

5. Jurgen Klopp

Bila Liverpool mencari wujud yang menguasai DNA klub, Jurgen Klopp senantiasa jadi kandidat sangat masuk ide. Sepanjang 9 masa di Anfield, dia mengganti Liverpool jadi kekuatan Eropa serta Inggris.

Klopp bawa The Reds mencapai Liga Champions keenam serta mengakhiri penantian 2 puluh tahun buat kembali menjuarai Premier League. Kehadirannya senantiasa bawa tenaga serta kejelasan bukti diri bermain.

Dalam suatu wawancaranya dengan KSOKLUB, Klopp tidak menutup mungkin kembali melatih Liverpool sesuatu hari nanti. Perihal ini membuat kesempatan reuni jadi bahan pembicaraan hangat di golongan pendukung.

Arne Slot menegaskan kalau dia senantiasa menemukan sokongan penuh dari owner Liverpool walaupun regu tengah terpuruk. Statment ini timbul sehabis kekalahan 4- 1 dari PSV Eindhoven di Anfield.

Kekalahan itu jadi yang kesembilan dalam 12 pertandingan terakhir Liverpool di seluruh kompetisi. Catatan tersebut ialah periode terburuk klub dalam 71 tahun.

Liverpool pula hadapi 3 kekalahan beruntun dengan selisih 3 berhasil. 2 di antara lain terjalin dikala mengalami Manchester City serta Nottingham Forest.

Suasana ini menimbulkan spekulasi menimpa masa depan Slot di Anfield. Isu pemecatan pernah menguat bersamaan performa kurang baik regu.

Di tengah tekanan tersebut, Slot membenarkan komunikasi dengan owner klub senantiasa tidak berubah- ubah semenjak dia tiba. Dia menekankan kalau fokus utama dikala ini merupakan membetulkan performa regu.

Slot mengatakan kalau dirinya sudah berdialog langsung dengan pihak owner klub sehabis hasil mengecewakan tersebut. Dia pula menyebut pembicaraan itu berlangsung dalam atmosfer tidak berubah- ubah semacam lebih dahulu.

Slot menegaskan kalau Liverpool hendak terus berjuang membetulkan penampilan. Dia menyebut tugas utama dikala ini merupakan mengembalikan standar game.

“ Kami menempuh pembicaraan yang sama semacam semenjak aku tiba ke mari,” ucap Slot.

“ Kami terus berjuang. Kami berupaya membetulkan diri, namun obrolan yang terjalin senantiasa sama semacam satu separuh tahun terakhir.”

Arne Slot menepis asumsi kalau dia merasa dikhianati oleh pemain yang tampak kurang optimal. Dia memperhitungkan permasalahan Liverpool dikala ini bertabiat kolektif serta bukan sebab orang tertentu.

Pelatih asal Belanda itu menyebut standar game regu memanglah menyusut jauh dari masa lebih dahulu. Baginya, segala skuad mempunyai kedudukan buat mengembalikan performa ke tingkat terbaik.

“ Tidak sama sekali. Aku sepakat kalau standar kami dikala ini tidak terletak pada tingkat yang biasa kami tunjukkan. Kami berpikir dapat bermain lebih baik,” ungkap Slot.

“ Masa kemudian kala kami bermain sangat baik, fokus tertuju pada orang serta aku menegaskan kalau fokus sepatutnya pada regu. Bila saat ini terjalin kebalikannya, kami pula wajib memandang regu serta bukan orang.”

Liverpool mengawali masa dengan 5 kemenangan beruntun di Premier League serta nampak meyakinkan selaku juara bertahan. Tetapi, performa tersebut tidak bertahan lama sehabis mereka masuk ke periode susah.

Kekalahan 2- 1 dari Crystal Palace pada 27 September jadi titik dini kemerosotan. Sehabis itu, Liverpool tidak sanggup pulih serta terus kehabisan poin.

Dalam rentang 12 laga terakhir, mereka kalah 9 kali serta cuma menang 3 kali. 6 di antara lain terjalin di Premier League, membuat posisi mereka merosot ekstrem ke peringkat 12.

Liga Champions pernah jadi pelipur lara untuk Liverpool dengan kemenangan atas Eintracht Frankfurt serta Real Madrid. Tetapi, kekalahan telak dari PSV menghapus momentum positif tersebut.

Kekalahan 4- 1 itu jadi yang kedua dari 5 laga fase tim masa ini. Pertahanan Liverpool kembali jadi sorotan sehabis kebobolan 3 berhasil ataupun lebih dalam 3 pertandingan beruntun.

Tren negatif tersebut ialah yang terburuk semenjak masa 1953/ 1954. Suasana ini memperlihatkan kalau permasalahan Liverpool terjalin baik di kompetisi dalam negeri ataupun Eropa.

Sejarah mencatat Liverpool sempat hadapi masa susah pada 1953- 1954. Mereka pernah mengidap 9 kekalahan dalam 11 laga saat sebelum kesimpulannya terdegradasi.

Pada periode tersebut, Liverpool kalah besar dari Portsmouth serta Manchester United dengan skor 5- 1, dan kalah 5- 2 dari West Brom. Mereka cuma mencatat satu kemenangan serta satu hasil imbang sepanjang rentetan itu.

Walaupun suasana dikala ini tidak separah masa tersebut, kemerosotan Liverpool selaku juara bertahan menjadikannya lebih mengejutkan. Performa kurang baik ini jadi peringatan besar untuk Arne Slot serta skuadnya.

Liverpool membuka masa dengan 5 kemenangan beruntun di Liga Inggris serta 7 di seluruh kompetisi.

Tetapi, momentum itu lenyap kala mereka kalah 2- 1 dari Crystal Palace pada 27 September. Dari titik itu, penampilan regu menyusut tajam serta belum kembali normal.

Sehabis kekalahan tersebut, mereka kalah 9 kali serta cuma menang 3 dari 12 pertandingan. 6 kekalahan dari 7 laga liga membuat posisi mereka merosot dari pemuncak klasemen jadi peringkat ke- 12.

Liverpool jadi juara bertahan awal semenjak Leicester masa 2016- 17 yang kalah 6 dari 12 laga dini. Informasi itu menampilkan betapa cepatnya performa klub terjun leluasa dalam hitungan minggu.

Kompetisi Eropa yang pernah jadi tempat Liverpool mengumpulkan poin saat ini tidak sanggup menahan lajunya penyusutan. Kemenangan atas Eintracht Frankfurt serta Real Madrid berikan sedikit ruang bernapas, namun hasil terkini melawan PSV berikan cerminan lebih hitam.

Kekalahan 4- 1 itu membuat mereka telah 2 kali kalah dalam 5 laga Champions League masa ini. Lebih kurang baik lagi, kekalahan tersebut jadi kekalahan ketiga berturut- turut dengan selisih 3 berhasil ataupun lebih, sehabis lebih dahulu kalah 3- 0 dari Manchester City serta Nottingham Forest.

Catatan 9 kekalahan dalam 12 laga menyerupai tren kurang baik yang terakhir kali terjalin pada masa 1953- 54. Suasana itu memperlihatkan betapa seriusnya kemerosotan yang dirasakan regu.

Performa Liverpool dikala ini kerap dibanding dengan masa 1953- 54, kala mereka mencatat rangkaian hasil yang sangat mengecewakan. Pada masa tersebut, mereka tumbang 5- 1 dari Portsmouth serta Manchester United, kemudian 5- 2 dari West Brom pada hari Natal.

Rangkaian tersebut ialah bagian dari 9 kekalahan dalam 11 pertandingan, cuma diselingi kemenangan atas Blackpool serta hasil imbang melawan West Brom. Seluruhnya terjalin di liga, kecuali tersingkirnya mereka di Piala FA oleh Bolton.

Sehabis kemenangan atas Blackpool, regu Don Welsh kandas menang dalam 15 laga beruntun sampai Maret saat sebelum kesimpulannya terdegradasi.

Walaupun performa masa itu lebih kurang baik dari dikala ini, penyusutan tersebut tidak sangat mengejutkan sebab Liverpool cuma finis di posisi ke- 17 pada masa lebih dahulu ujarnya kepada Barcelona. (ss)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *